“Jadi lo akan pergi, tinggalin gw githu aja ga…???” dengan wajah sedih dan tidak tau harus bertindak apa dengan keputusan yang di ambil oleh laki-laki yang selama ini ada di hati dan pikirannya itu. “Lo akan lupakan semua yang terjadi di antara kita, lo akan anggap kalo semua ini ngga pernah terjadi… begitu??? Lo tau lo kejam ga…lo keterlaluan, kalo emang ini yang lo pingin gw akan pergi. Gw akan hilang selamanya, gw akan hilang dari kehidupan lo selamanya!!!” dengan kecewa Kyza berjalan meninggalkan Raga yang hanya diam dan tidak melakukan apa-apa sambil bergumam “semoga lo sadar dengan keputusan lo, semoga lo dapat apa yang lo inginkan dan semoga lo bahagia ga…” sedih itulah yang di rasa Kyza, tapi apa yang bisa dia perbuat semua keputusan sudah di ambil dan itu adalah keputusan Raga…
Pikirin Kyza kalut, hampir saja Kyza buat keputusan yang mungkin bisa buat semua orang kecewa dengan kuputusan yang dia buat itu. Terpikir oleh Kyza untuk mengakhiri hidupnya, tapi tidak jadi dia lakukan… Selama beberapa hari dia mengurung diri di kamar dan menangis, menangis dan menangis. Karena perasaan yang kalut dan putus asa Kyza tidak mau makan, dan di saat ibu atau kakaknya mencoba untuk memasukan makanan ke mulut nya maka perutnya menolak dan langsung memuntahkan makanan tersebut. Semakin hari Kyza semakin lemah dan akhirnya dia jatuh sakit… “kamu kenapa za, jangan seperti ini terus nak, nanti kamu sakit…” ujar ibu yang terlihat khawatir dengan keadaan anak yang tergolek lemas di atas tempat tidur, ibu yang merasa sedih karena sakit anak yang di sayang nya itu tidak lah jelas dan seperti tidak perduli dengan ke adaan dirinya sendiri.
Tidak ada yang tau apa yang terjadi dengan Kyza, bahkan tidak seorang pun tahu kalau selama ini Kyza pernah dekat ataupun berpacaran dengan seseorang . Tidak seorang pun tahu tentang hubungan dia dan Raga, yang keluarganya tahu kalau Raga dan Kyza teman dekat dan Raga sudah bertunangan dengan wanita berwajah manis bernama Sienna. Kyza kenal dengan Sienna, wanita itu dia kenal saat ulang tahu teman Raga yang bernama Indira . yang merupakan teman kuliah dan anggota MAPALA di kampus nya. Raga dan Kyza masuk dalam satu team dan itulah kenapa keluarga mereka tidak curiga saat mereka dekat satu sama lain, karena hobi antar Kyza dan Raga sebenarnya sama dan menjadikan cocok satu sama lain.
Saat Kyza sakit dan tidak hadir di kampus, Raga mencoba mencari tau kabar tentang Kyza dan keberadaan Kyza kepada semua teman-teman nya di kampus. Walaupun sebenernya, ngga ada yang tau gimana kabar Kyza yang sudah lebih dari 3 hari ngga masuk kuliah. “Rie…Kyza ngga masuk lagi ya, kemana yach dia Rie???. Lo tau ngga Kyza itu kemana, kenapa ya tu anak koq dah 3 hari ngga masuk kelas?” Indira menjawab juga dengan penasaran, dan sama tidak tahunya dengan Raga. “Yee…gw pikir lo tau ga, kan biasanya Kyza itu selalu bareng ma lo kalo kemana-mana. Ini malah lo tanyain gw, mang lo ngga telpon dia atau dating githu ke rumah nya???” Raga kaget dengan kata-kata yang keluar dari mulut Indira dan tersenyum kecut , sambil memandang lurus ke depan Raga mengatakan “ Gw ngga tau Rie, gw juga dah 5 hari ini belum ketemu sama dia…” dan berlalu sambil mikirin cara dia tuk dapat kabar mengenai Kyza.
Akhirnya Raga nekat datang dan mencoba tuk menemui Kyza di rumah nya, “Selamat siang tante, Kyza nya ada tan?” mamanya Kyza kaget waktu lihat ternyata ada Raga di depan pintu rumah nya, dan mencoba tersenyum dan meminta Raga tuk masuk dan duduk di dalam. “eh nak Raga…apa kabar nak? Sudah lama tidak datang, sampai kaget tante… mari silahkan masuk…” setelah Raga duduk, dia pamit untuk mangambilkan minuman untuk Raga. “Sebentar ya nak, ibu ambilakan minum dulu ya?” Suara merdu mamanya Kyza membuat Raga tidak berani menolak permintaan nya dan duduk di ruang tamu yang nyaman dan selalu dia rindukan.
“Sudah lama tidak datang ke sini nak Raga, ada apa? Apa kalian bertengkar, Kyza sakit sudah 4 hari dia tidak melakukan apa-apa termasuk makan…” Raga tersadar bahwa yang membuat Kyza seperti ini adalah dirinya, dan pertengkaran yang terjadi lima hari yang lalu… “Tante bingung, setiap di tanya dia tidak mau menjawab dan selalu diam juga mengurung diri di kamar, sangat aneh karna Kyza itu bukan lah anak yang seperti itu…” ujar mama Kyza dengan wajah yang sangat khawatir dengan keadaan anak nya.
“Sejujurnya saya tidak tahu tante, tapi mungkin kalau saya bertemu dengan Kyza saya bisa tanyakan dan minta Kyza jelaskan ada apa sebenarnya dengan dia… Boleh saya bertemu dengan Kyza tante, semua teman di kampus juga mau tahu ada apa dan apa yang terjadi dengan Kyza tante…” dengan rasa ingin tahu yang besar Raga berusaha meyakinkan mamanya Kyza bahwa dia ingin memastikan apa yang sebenarnya terjadi dengan Kyza.
“Silahkan nak Raga, coba temui dan tanyakan ke Kyza ada apa? Tolong ya nak, tante sedih kalau lihat dia seperti ini terus…” dengan wajah sedih dan tampak hampir menangis mamanya Kyza memohon agar Raga mau menolong dan berbicara dengan Kyza. Kyza tampak kurus dan ada lingkaran hitam di sekeliling matanya, Kyza tampak sangat lemah. Badannya tergolek lemah di atas tempat tidur dan sangat pucat, dan sangat berbeda dengan Kyza yang licah, bawel, cerewet dan menyenang kan seperti di dalam ingatannya.
“Kyza…kamu kenapa, kamu sakit? Ada apa Za, apa yang buat kamu seperti ini? Jangan buat semua orang khawatir Za, ceritakan ke aku Za?” ucap Raga sambil menyentuh tangan Kyza dan kemudian menyentuh dahi Kyza dengan gaya khawatir dan sedih melihat Kyza tergolek lemah. Raga terlihat sedih dan seperti hendak menangis, dia duduk di sisi tempat tidur Kyza. Kyza membuka mata dan terkejut melihat Raga ada di depan mata dan berusaha menyembunyikan wajahnya di balik selimutnya…
“Apa perduli mu, aku baik-baik saja… kamu ngga usah khawatirkan aku, aku akan baik-baik saja… Aku akan terbiasa dan aku bisa lewati semuanya, aku pasti akan baik-baik saja…” ucap Kyza dan berusaha meyakinkan Raga bahwa dia akan baik-baik saja. “baik-baik saja gimana, menurut kamu ini baik-baik saja? Dengan keadaan kamu sekarang, menurut kamu ini baik-baik saja? Kamu ngga baik-baik saja BODOH, kamu SAKIT dan LEMAH !!!” Raga marah dan kesal mendengar Kyza mengucap kan kata-kata seperti tadi, dia tersinggung dengan perlakuan Kyza kepadanya.
“Kamu ngga baik-baik saja za, kamu ngga bisa nutup-nutupin semua tampak jelas di wajah dan itu terlihat sekali… Kamu ngga bisa seperti ini terus, kamu ngga bisa menyakiti diri kamu dan kesehatan kamu… Kamu jangan egois, badan dan kehidupan ini bukan punya kamu aja tau!!! Kamu ngga kasihan sama orang tua, keluarga kamu dan juga aku???” sergah Raga dan mencoba meyakinkan ke Kyza bahwa dia juga ikut sakit saat Kyza sakit. “Kalau kamu seperti ini aku juga ikut sakit za, apa kamu ngga sadar akan itu? Apa kamu ngga perduli dengan orang-orang yang ada di sekitar kamu dan amat sangat perduli dengan kamu ? kamu juga harus pikirkan kami, jangan jadi egois dan lari dari masalah… aku tau kamu bukan type seperti itu, kamu bukan type wanita yang lemah!!!” Raga mencoba memberikan motivasi untuk Kyza.
“ Sudah lah, kamu ngga usah pikirin aku, aku akan baik-baik saja… Cuma itu yang perlu kamu pikirkan dan tanam di pikiran kamu, ngga usah repot-repot mikirin aku dan semua yang terjadi dengan aku… OK?” Kyza berucap dengan dingin. “maaf kalau semua ini terjadi gara-gara pembicaraan kita kemarin, aku hanya mencoba untuk menjalani sesuai jalur yang sudah aku pilih dari awal… aku sadar bahwa aku sayang kamu dan aku juga ngga mau berakhir seperti ini, tapi aku ngga bisa janjikan kamu apa-apa… aku ngga mau kamu terus tergantung sama aku, kamu kan tau kalau aku sudah punya Sienna. Kamu juga tau kan kalau kami sudah bertunangan, kami akan segera mengadakan pernikahan kami… kamu tau itu juga kan, kamu juga sadar itu kan???” Raga mengutarakan pikiran dan isi hatinya, sesuai dengan keadaan yang ingin dia katakan ke Kyza.
Kyza terdiam dan tak bisa mengatakan apa-apa, karena memang benar apa yang di katakan oleh Raga, Kyza sadar dengan kata-kata yang Raga ucapkan dan semuanya benar. Raga terdiam dan mencoba menenangkan hati Kyza dan hatinya sendiri, karena saat ini dia juga merasakan gundah yang di rasakan olehnya… “kamu harus pikirkan lagi apa yang sedang kau pikirkan, jangan ikuti hanya mengikuti kata hati saja pikirkan juga yang aku katakan ini… “ ucap Raga mencoba meyakinkan Kyza dengan kata-kata yang dia ucapkan.
“sudah lah, aku akan baik-baik saja… ngga usah kau pikirkan aku lagi, selamat bahagia dengan Sienna” ucap Kyza sambil berpura-pura tersenyum di hadapan Raga. Setelah perbincangan sore kemarin Kyza bangun dengan wajah yang agak segar, dia mulai mau makan dan mau berbicara dengan anggota rumah yang selalu ada buat dia. Hingga suatu pagi Kyza menyampaikan keinginan nya ke seluruh anggota keluarganya, “ayah, ibu… aku ada satu permintaan yang sudah lama aku ingin kata kan, aku ingin merasakan pergi ke luar negri… hehehehe mungkin aku ingin bekerja sekalian di negara orang, boleh kan??? bukan kenapa” cuma sayang aja kan kalau beasiswa yang aku dapetin di sia” in… ” dengan bangga dia berkata dengan senyum berbinar… Ayah dan ibu nya terkejut dan terlihat bangga dengan peryataan dan pertanyataan yang di lontarkan oleh Kyza.
Pagi ini Kyza bangun pagi sekali, dia mau menunjukan kalau dia dapat di percayakan untuk melakukan perjalan yang dia inginkan, yap dengan berbekal beasiswa yang dia raih maka dia akan memulai perjalanan nya ke Negri Matahari. Saat yang dia nanti untuk belajar dan membiasakan diri hidup tanpa Raga atau pun bayangan Raga, saat di mana dia akan memulai hidup tanpa kehadiran mahluk yang selama ini ada dan hadir di setiap jalan-waktu-tempat yang dia lewati… Waktu berjalan dengan cepat, Kyza menghindar dari setiap jalan-arah-waktu-kesempatan yang dapat menjadi alasan untuk mempertemukan nya dengan Raga…
Waktu berlalu dengan cepat, tanpa di sadari 3 bulan sudah dia tidak bertemu dengan Raga dan semakin dekat juga waktu keberangkatan nya ke Negri Matahari. “Kyzaaaaa… ada tamu nih, turun sini sayang…” mama Kyza teriak “iya maaaa…, sebentarrrrrr…” dengan malas Kyza melangkah turun dari kamar dan terkejut saat dia tau Raga lah yang datang berkunjung “eh… ada apa ga, ada yang bisa gw bantu???” dengan segan Kyza nyapa Raga dan pura-pura santai dengan suasana. “bener kamu akan berangkat ke jepang, sama siapa kamu ke sana??? koq ngga cerita-cerita, kamu kemana aja beberapa bulan ini… kek nya aku jarang banget liat kamu di kampus, ngga pernah malah kek nya… kamu baik-baik aja kan za, aku kangen sama kamu…” dengan santai Raga bicara dan duduk mendekat ke Kyza. “ak berangkat sendiri koq, iya aku akan berangkat bulan depan di tanggal 23… heheheheheh…aku ada aja koq, kamu nya aja yang sibuk kali…” ucap Kyza mencoba santai dan enggan karena saat ini dia sadar dia di rumah dan tidak mau keluarga nya tau kalau dia sedang mempunyai masalah dengan Raga…
“za… kita keluar yuk, nonton atau makan… mau ngga???” tanya Raga agak ragu, karena air muka Kyza mulai berubah dan tidak sesantai saat dia datang… “kamu itu mau nya apa sih ga, mau apa lagi dengan aku… apa ngga cukup dengan kata-kata kamu kemarin, apa lagi yang masih belum jelas??? mau bagai mana lagi???” Kyza sudah mulai menampakan wajah yang mulai tegang, dan terlihat menutikan air mata… “itu yang mau aku bicarakan za, itu yang mau aku bahas…” dengan berjalan keluar sambil menarik tangan Kyza yang lemah karena sedih yang berulang.
“aku dengan sienna memang bertunangan, aku sayang dia tapi lepas dari itu aku juga butuh kamu… aku ngga bisa kehilangan kamu, kamu tau dalam waktu hampir 4 bulan ini aku tidak bertemu dan ngga ada kamu aku kek mati rasa za… hilang arah dan ngga tau mau ngapain, sienna memperhatikan semua nya dan mulai membahas ini… dan saat aku dengar kamu akan pergi, aku benar-benar patah… kamu paham? aku patah…” ucap Raga dengan serius dengan menatap wajah Kyza dengan wajah memelas dan berharap Kyza akan iba dengan apa yang dia nyatakan dan lakukan…
“kamu patah, dengar kamu pikir apa yang aku rasakan??? apa aku ini hanya robot yang tidak merasakan apa-apa, apa kamu anggap aku ini ngga punya perasaan yang pantas untuk di perhitungkan??? jawab ga, jawab… apa aku ini, selama ini kamu ngga tau akan apa yang aku rasakan ya??? aku ini ngga punya perasaan sakit atau pun sedih, iya??? jawab ga, jawab!!!” dengan rasa marah yang memuncak kyza malampiaskan semua perasaan yang selama ini dia tahan di dalam hati dan kepala nya, kecewa-sedih terpaut menjadi satu dan membuat dia merasa sesak dan ingin menghilang.
Ternyata selama ini dia merasakan dan memberikan kasih dan sayang ke orang yang salah, selama ini dan dia baru sadar sekarang siapa orang yang dia sayangi dan dia kasihi… Selama ini dia buta dengan apa yang di pangil rasa sayang dan rasa cinta, ya buta… Ingin tertawa dan juga menangis di saat yang bersamaan membuatnya semakin bulat untuk berangkat dan memulai hidup baru di negeri sakura yang sudah di depan mata, ya tempat di mana dia akan memulai kehidupan baru dan kisah baru…